Jumat, 19 September 2014

Critical Thinking, Klarifikasi & Definisi, dan Keputusan

Critical Thinking

Critical Thinking/Berpikir Kritis, berarti merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
Berpikir kritis juga berarti sebuah perilaku memeriksa/mengamati suatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakan kesimpulan atas suatu perspektif baru.

Konfirmasi, Interferensi, dan Logika

Konfirmasi

Konfimasi di adopsi dari kata dalam bahasa inggris confirmation yang berarti penegasan, memperkuat
Konfirmasi berupaya mencari hubungan yang normatief antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta yang sudah ada.
2 Aspek Konfirmasi: Kualitatif dan Kuantitatif

Subyektivisme dan Obyektivisme

Subyektivisme

Bagi penganut Subyektivisme, pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu, pengetahuan dipahami sebagai seperangkat keyakinan khusus yang dianut oleh para individu.

Ciri" pendekatan Subyektivisme:
  • Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
  • Pengalaman subjektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi pribadi
  • Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal, meyakinkan karena merupakan pengalaman diri sendiri