Jumat, 26 September 2014

Pendapat saya mengenai apakah manusia itu bebas atau tidak

Berikut adalah pendapat saya tentang apakah manusia itu bebas atau tidak.


Menurut saya, manusia bebas menentukan nasibnya sendiri lewat pikiran, perilaku dan perbuatannya. Setiap pilihan yang dipilih oleh dirinya menentukan kejadian di masa depan. Begitupun kejadian di masa kini, merupakan hasil dari pilihan masa lalu. Namun, ada saat dimana manusia belum mampu memilih, karena belum dapat berpikir logis dan bertanggung jawab. Contoh nya ketika bayi dan balita. Merupakan tanggung jawab orang tua lewat pola asuh, bimbingan dan lingkungan lah yang menentukan pribadi anaknya untuk tumbuh. Ketika manusia sudah dapat berpikir logis dan bertanggung jawab, peran orang tua hanyalah memberikan pilihan kepada anak lewat saran, didikan, dan peraturan. Merupakan kebebasan sang anak untuk memilih pilihannya sendiri.

Percakapan Imajinatif antara Jiwa dengan Badan

Persahabatan Sejati Jiwa dan Badan

Narator : "Sahabat" apakah yang terpikir oleh Anda jika mendengar kata tersebut? Orang yang selalu berada di sisi Anda ketika suka dan duka? Orang yang selalu mengerti kondisi Anda walau Anda tidak mengatakannya? Ya, semua itu benar. Sahabat merupakan dua badan tetapi menjadi satu jiwa dengan kita. Sahabat memang memiliki badan yang berbeda, tetapi jiwa yang bersatu di antara dua badan yang berbeda tidak mungkin dapat dipisahkan. Jiwa tidak mungkin terlepas dari badan karena mereka merupakan satu kesatuan.

Kebebasan


Jiwa dan Kebebasan


Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara penuh di dunia dan memampukan manusia menentukan perbuatannya. Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan merupakan kebutuhan mendasar manusia.

Manusia dan Afektifitasnya

Kekayaan dan Kompleksitas Afektifitas Manusia

Afektifitaslah yang membuat manusia "berada" di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektifitas. Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektifitasnya.