Selasa, 16 September 2014

Aksiologi

Aksiologi

Berasal dari kata Yunani, Axio (nilai) dan Logos (ilmu).
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Nilai berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi sebagai ilmu yang membicarakan tujuan dan kegunaan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis. Aksiologi menaruh perhatian tentang apa yang benar dan apa yang salah, serta mana yang baik dan mana yang buruk. Aksiologi memberi jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan.
Aksiologi membedakan antara "fakta" dengan "nilai". Karena sebuah "nilai" didasarkan oleh "fakta".

3 ciri nilai

  • Nilai berkaitan erat dengan subjek, yaitu sang pemberi nilai. Tidak akan ada nilai jika tidak ada penilai
  • Nilai tampil dalam konteks praktis
  • Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek

2 macam nilai

  • nilai ekonomis: berdasarkan hukum ekonomis (efisiensi)
  • nilai estetis: saat menikmati sebuah karya, misalnya lagu yang indah atau sebuah lukisan

Nilai Moral

Setiap nilai memperoleh bobot moral bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral.
Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk kita terima, walaupun sering bertentangan dengan hasrat dan kepentingan pribadi.

Nilai dibagi dalam 4 kelompok

  • Nilai Kesenangan -> kesenangan dan ketidaksenangan bergantung dengan indera
  • Nilai Vitalitas       -> perasaan halus, kasar, luhur, dll
  • Nilai Rohani         -> nilai estetis, benar-salah, tapi tidak terikat dengan indera
  • Nilai Religius       -> hal yang kudus dan tidak kudus, menyangkut objek absolut
Tingkatan nilai : Religius > Rohani > Vitalitas > Kesenangan

Pembagian Aksiologi

1. ETIKA

Etika mengkaji prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Etika digunakan untuk membedakan hal-hal dan perbuatan-perbuatan manusia.
Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan istilah moral. Etika juga digunakan sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.

2. ESTETIKA

Estetika mengkaji prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, apa tujuan seni, peranan rasa, dll. Estetika sangat berkenaan dengan pengalaman.


Objektifitas dan Subjektifitas Nilai

Sebuah nilai dikatakan objektif apabila nilai tidak bergantung kepada subjek dan kesadaran pribadi.
Sedangkan nilai dikatakan subjektif apabila subjek berperan dalam melakukan penilaian.


Peranan Nilai

  • Nilai merupakan objek sejati bahi tindakan manusia
  • Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya sendiri melalui tindakan-tindakannya
  • Nilai menata hubungan sosial dalam masyarakat
  • Nilai memperkuat identitas kita sebagai manusia


disaringkan dari powerpoint dan bahan perkuliahan

4 komentar: