Epistemologi
Berasal dari 2 kata, Episteme (pengetahuan) dan Logos (kata, pikiran, percakapan).
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan dasa, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.
Epistemologi/Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian, dasar-dasar nya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.
Pengetahuan diperoleh melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, misalnya secara induktif, deduktif, positivisme, kontemplatis, dan dialektif.
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan
- Empirisme (John Locke)
- memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Menganut prinsip tabula rasa, manusia dilahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong. Memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan penerima hasil penginderaan.
- Rasionalisme (Rene Descartes)
- Sumber pengetahuan terletak pada akal. Kebenaran dan kesesatan terletak dalam ide kita, bukan dalam barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna dan mempunyai ide yang sesuai dengan/menunjuk pada kenyataan, maka kebenaran hanya ada dalam pikiran dan diperoleh dengan akal budi.
- Fenomenalisme (Immanuel Kant)
- memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan menggali pengalaman dan dalam dirinya sendiri. Pengalaman merangsang alat inderawi dan diterima oleh akal kita dalam bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Kebenaran dilihat dari gejala-gejala yang tampak.
Sifat Epistemologi
- Secara Kritis
- Mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
- Secara Normatif
- Menentukan tolak ukur/norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
- Secara Evaluatif
- Menilai apakah suatu keyakinan, pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggung jawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.
Teori Kebenaran dalam ilmu pengetahuan
- Teori Kebenaran Korespondensi
- Kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin akan suatu objek dan pada kenyataan nya memang benar.
- Teori Kebenaran Koherensi
- Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari subjek terhadap objek
- Teori Kebenaran Pragmatik
- Kebenaran akan terjadi apabila memiliki suatu kegunaan
- Teori Kebenaran Konsensus
- Kebenaran akan terjadi apabila ada kesepakatan dengan dilandasi alasan tertentu
- Teori Kebenaran Semantik
- Kebenaran akan terjadi apabila subjek mengerti dan memahami secara keseluruhan arti dari suatu kata
disaringkan dari powerpoint dan bahan perkuliahan
widih henn blog lu rapi yah hahaha keren keren. 89 ya :D
BalasHapusMakasih ya comment nyaaaa hahahahah :D
BalasHapus