Senin, 22 September 2014

Kesesatan (Fallacia)

Fallacia

Fallacia atau kesesatan, merupakan kesalahan pemikiran dalam logika. Kesalahan dalam kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.

Kesalahan Penalaran dibagi 2:
  • Kesesatan Formal -> pelanggaran terhadap kaidah logika
  • Kesesatan Infromal -> pelanggaran dalam bahasa

Kesesatan Formal:

    • semua penodong berwajah seram
    • semua pengamen berwajah seram
    • jadi, semua pengamen adalah penodong
Disini, hal yang dilanggar adalah premis minor nya. Premis minor tidak boleh bersifat universal, harus bersifat partikular.

Kesesatan Informal:

Kesesatan Diksi

  • Kesesatan kata depan.
    • antara hewan dan manusia memiliki perbedaan
    • hewan dan manusia memiliki perbedaan
  • Mengacaukan posisi subjek
    • karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum muridnya
    • karena tidak mengerjakan PR, murid itu dihukum oleh gurunya
  • Ungkapan yang keliru
    • pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu
    • polisi berhasil meringkus pencuri kawakan itu minggu yang lalu
  • Amfiobi : sesat karena struktur yang bercabang
    • Anto anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah
    • Anak Bu Lasma yang bernama Anto yang hilang ingatan lari dari rumah
  • Kesesatan aksen atau prosodi : sesat karena penekanan yang salah
    • ada aturan "Tidak boleh mengganggu anak tetangga"
    • pak Budi bukan tetangga saya, maka saya boleh mengganggu anaknya
  • Kesesatan dalam bentuk pembicaraan
    • berpakaian -> memakai pakaian (v)
    • bersepeda  -> memakai sepeda   (x)
    • beristeri     -> memakai isteri      (x)
  • Kesesatan aksiden : yang aksidential dikacaukan dengan hal yang hakiki
    • sawo matang adalah warna
    • orang Indonesia itu sawo matang
    • Jadi, orang Indonesia adalah warna
  • Kesesatan karena alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tak relevan
    • ayah Budi seorang pebisnis
    • ibu Budi seorang ibu rumah tangga yang baik
    • Maka, Budi harus dipromosikan menjadi manajer

Kesesatan Presumsi

  • Generalisasi tergesa-gesa
    • orang Padang pandai memasak
    • langsung menganggap bahwa orang padang selalu pandai memasak, padahal orang yang pandai memasak belum tentu dari Padang
  • Non Sequitur (belum tentu)
    • memang saya tidak lulus ujian karena beberapa hari yang lalu, saya berdebat dengan dosen tersebut
    • tidak lulus belum tentu karena berdebat dengan dosen
  • Analogi palsu
    • membuat isteri bahagia itu seperti membuat hewan piaraan bahagia, dengan mengelus kepalanya dan memberi makanan
  • Penalaran melingkar (petitio principii)
    • manusia merdeka karena ia bertanggung jawab, dan ia bertanggung jawab karena manusia merdeka
  • Deduksi cacat
    • barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti orang baik. Andi pasti orang baik
    • padahal Andi belum tentu memberi sumbangan dengan hasil kerja kerasnya sendiri
  • Pikiran Simplisitis
    • karena ia tak beragama, maka ia pasti tak bermoral
    • bisa saja dia lebih manusiawi dari kita yang beragama
  • Argumentum ad hominem : Argumentasi dialihkan ke permasalahan pribadi
    • jangan percaya kepadanya, karena ayahnya adalah seorang narapidana
  • Argumentum ad populum : Argumentasi dialihkan kepada massa
    • anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi sekarang, maka saya lah yang cocok menjadi presiden periode berikutnya
  • Argumentum ad misericordia : Argumentasi dialihkan ke rasa belas kasihan
    • terdakwa meminta keringanan karena mengaku banyak tanggungan
  • Argumentum ad baculum : karena berbeda pendapat, meneror orang lain
    • majikan mengacam akan memecat pembantunya jika tak bekerja sesuai perintah
  • Argumentum ad auctoritatem : timbul karena dukungan argumentasi dari kewenangan
    • Tuhan itu ada karena guru agama mengatakan demikian
  • Argumentum ad ignorantiam : didasarkan kepada ketidaktahuan, serta adanya bukti
    • Anda tidak bisa membuktikan Tuhan ada, maka Tuhan itu tidak ada
  • Argumentum demi keuntungan seseorang
    • seorang kaya mau membiayai pendidikan wanita itu jika bersedia dinikahi
  • Non Causa Pro Causa : kesalahan dalam menentukan penyebab
    • orang sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dianggap sebagai penyebabnya

Kesesatan Retoris

  • Eufisme/Disfemisme
    • pembangkang yang dianggap benar disebut sebagai reformator -> eufisme
    • sementara yang dianggap salah disebut sebagai pemberontak -> disfemisme
  • Penjelasan Retorik
    • dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal
  • Stereotipe
    • orang Jawa penyabar, orang Batak suka menyanyi
  • Innuendo
    • sindiran tak langsung
  • Loading question
    • dalam pertanyaan yang diajukan, tersirat muatan jawaban
    • apakah anda masih merokok?
  • Weaseler
    • metode linguistik untuk keluar dari kesulitan
  • Down Play
    • upaya membuat seseorang/sesuatu terlihat kurang penting
  • Lelucon/sindiran
    • dalam pertunjukan debat, orang yang paling banyak membuat penonton tertawa adalah pemenangnya
  • Hiperbola
    • pernyataan yang membesar-besarkan
  • Pengandaian bukti
    • memberi sugesti bahwa ada otoritas untuk suatu pernyataan tanpa menyebutkan nama
    • menurut penelitian..., menurut riset..., menurut para ahli..., dll.


disaringkan dari powerpoint dan bahan perkuliahan

11 komentar:

  1. hendra blognya bagus sama kayak catetannya hahaha mudah dimengerti dan gak bertele-tele. dapet nilai 90 ya :D

    BalasHapus
  2. Hendra, bloknya bgus hehe mudah di mengerti gw kadih 86 ya heheh

    BalasHapus
  3. hendra blognya rapi bangett, materinya jga lengkap deh, nilainya 90 yahh

    BalasHapus
  4. rapih ni blognyaa hen,88 ya nilainyaa

    BalasHapus
  5. hen jadi jurnalis aja mendingan hehe catetan lu enak banget dibacanya. 90!

    BalasHapus
  6. rapi dan lengkaapppppp 90 buat postan nyaaa

    BalasHapus
  7. Hebat dah, sudah selesai ya tugas blognya ^_^ sukses ya. 90 untuk anda

    BalasHapus
  8. Makasih ya comment nyaaaa hahahahah :D

    BalasHapus