Minggu, 05 Oktober 2014

Tugas Field Trip: Etos Kerja

Tugas kami pada field trip kali ini adalah untuk mewawancara para pedagang di Kampung Betawi, tepatnya di Setubabakan. Berikut adalah hasil kegiatan dan wawancara kami selama di perumahan Setubabakan.




Usia : 49 tahun
Pekerjaan : penjual kerak telor
Lama pekerjaan : dari tahun 1987/1988
Dahulu : belum terkenal jadi hanya ada event tertentu saja baru menjual kerak telor.
Motivivasi dalam pekerjaan sekarang karena sudah populer maka pekerjaan ini membuat happy dan enjoy.
Pahit-manis dalam pekerjaan sekarang: Paling membuat perasaan tidak nyaman adalah disaat penjualan tidak laris sehingga pemasukkan berkurang
Penghasilan yang didapat bang Uki secarakeseluruhannya lebih kurang 100ribu.
Sekarang kerak telor sudah menjadi makanan popular sehingga peminat sudah banyak dan tambahan job juga bertambah banyak dengan menerima pemesanan.
Selain hasil penjualan kerak telor ini memang mencukupi kehidupan ekonomi, bang Uki juga ingin terjun secara tidak langsung membantu melestarikan dan menjaga ciri khas makanan budaya Betawi.





Nama : Pak Anwar ( dari suku jawa )
Umur : 42 tahun
Pekerjaan : pedagang es doger
Lama bekerja : 4 tahun
Tahun 1987-2007 : menjual nasi goreng
Sekarang : menjual es goder
Hal yang menyenangkan adalah Jikalau dagangan habis dan bagi pak Anwar jikalau hujan apalagi dari pagi sampai malam, paling menyedihkan.
Harapan ke depan pak Anwar adalah agar bisa bertahan jualan di perkampungan Betawi Setu Babakan.
Pak Anwar tetap melaksanakan sholat, sesama pedagang yang beda keyakinan pun sudah bisa saling percaya






Nama              : Yudi Firmansyah ( Bang Uci )
Umur              : 62 tahun
Pekerjaan       : berdagang Soto Betawi
Lama bekerja : 14 tahun
Dulu               : sebelum menjual soto betawi bang uci memiliki pekerjaan yang lain
Sekarang       : hanya fokus ke penjualan soto betawi ini saja

Resep makanan: resep soto ini dibuat oleh keluarga karena seluruh keluarga adalah keturunan orang Betawi

Pengalaman senang dan sedih: bang Uci hanya menganggap segala sesuatu senang karena dia bisa membuka usaha warungnya

Penghasilan hari-hari biasa tidak menentu karena sepi,tetapi pada hari sabtu/minggu/hari libur penghasilan rata-rata diatas 1 juta rupiah.

Hubungan antar pedagang pun tetap harmonis walaupun berbeda agama karena sudah terbiasa untuk saling menghormati satu sama lain.








Nama: pak Minim
Pedagang : Ondel-Ondel
Pekerjaan sebelumnya : Supir di Menteng
Sudah berdagang selama 3-4 tahun
Penghasilan pada sabtu/minggu dapat mencapai 3 juta rupiah
Suka dan duka berdagang ondel-ondel adalah bila pesanan banyak tetapi tidak sanggup untuk membuatnya karena tidak cukup waktu,tetapi meminta bantuan kepada orang lain agar tercapai pesanan nya dan juga Pak Minim dapat melestarikan budaya Betawi ini. Ondel-ondel yang sudah dipesan di tempat pak mimin ini ada yang di berangkatkan untuk pentas internasional.



Nama : Mpok Nur
Pedagang : minuman Bir Pletok
Bahan-bahannya : jahe, kayu secang,lada,biji pala,sereh,daun pandan,cabe Jawa
Cara membuat : air di didihkan kemudian masukan jahe,setelah wangi kemudian masukan kayu secang, lada, biji pala, sereh, daun pandan, cabe Jawa. Setelah 15 menit baru dimasukan gula agar manis.
Botol direbus terlebih dahulu agar higienis. Sesudah bersih baru dimasukan bir Pletok ini.
Manfaat minuman ini adalah untuk menghangatkan serta memperkuat daya tahan tubuh.





Demikian adalah beberapa wawancara kami di perumahan Setubabakan. Dalam keluarga Kampung Betawi ini, hal yang paling jelas terlihat adalah rasa toleransi dan kepercayaan, serta nilai spiritual yang tinggi yang ditunjukkan lewat ketaatan mereka dalam beribadah.








Kelompok 5 – CLOUD (Kelas A-B)
Bonita Pitasari – 705140035
Aditya Putra Chandra – 705140036
Hendra Hosen - 705140045
Jeannyver Teja - 705140055
Maya Lestari Wijaya - 705140065
Lina – 705140074
Cherika -  705140165

Tidak ada komentar:

Posting Komentar